Selasa, 29 Mei 2012

Pendapatan Nasional


MAKRO EKONOMI
PENDAPATAN NASIONAL

Di Susun Oleh   :        
Alfi Fanni Tamrini            2011320092


AKUNTANSI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA


KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat ALLAH SWT . Yang mana telah menganugrahkan nikmat dan karunianya kepada kami sehingga tugas ini dapat saya selesaikan dengan sebaik-baiknya.
Tak lupa pula saya panjatkan kehadirat junjungan nabi besar kita Muhammad S.A.W beserta para sahabatnya. Yang telah memerjuangkan islam dari jaman kegelapan hingga jaman yang terang benderang seperti ini.
Makalah ini secara garis besar bersisi tentang “Pendapatan Nasional”  yang menjelaskan tentang Pengertian Pendapatan Nasional, Metode Pendapatan Nasioal, Macam-Macam Pendapatan Nasional da segala sesuatu yang berhubungan dengan Pendapatan Nasional.
 Demikianlah makalah ini saya selesaikan dengan sebaik-baiknya. saya sadar makalah ini jauh dari sempurna tapi saya berusaha untuk mencapai kesempurnaan itu.
Apabila ada kesalahan dalam penulisan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kritik dan saran anda sangat membantu dalam proses pembelajaran saya selanjutnya.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.









i


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                 ……………………………………    i
DAFTAR ISI                                                 ……………………………………    ii
PENDAHULUAN                                        …………………………………....    iii
A. Pengertian Pendapatan Nasional           ……………………………………    1
B. Sejarah Pendapatan Nasional                 ……………………………………    1
C. Konsep Pendapatan Nasional                 ……………………………………    1
D. Perhitungan Pendapatan Nasional         ……………………………………    4
E. Tujuan Pendapatan Nasional                 ……………………………………    6
F. Manfaat Pendapatan Nasional                ……………………………………    6
G. Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional      ……………………    7
H. Distribusi Pendapatan Nasional             ……………………………………    9
I. Alat Ukur Distribusi Pendapatan            ……………………………………    9
J. Yang Mempengaruhi Besarnya Pendapatan Nasional (Y)       ……………    9
K. Komponen Pendapatan Nasional           ……………………………………`   9
L. Masalah dan Keterbatasan Perhitungan PDB              ……………………    12
M. Pendapatan Nasional Menurut Harga yang Berlaku  ……………………    14
N. Pendapatan Nasional Menurut Harga Tetap                ……………………    14
O. Pendapatan Nasional Menurut Harga Pasar                ……………………    14
P. Pendapatan Nasional Menurut Harga Faktor               ……………………    15
Q. Urut-urutan Perhitungan Pendapatan Nasional          ……………………    15
R. Maksud dan Tujuan Pendapatan Nasional                   ……………………    16
DAFTAR PUSTAKA                                  ……………………………………    17





PENDAHULUAN 

A.    LATAR BELAKANG

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu Negara.

B.     RUMUSAN MASALAH

1.      Apa Pengertian Pendapatan Nasional ?
2.      Apa Konsep Pendapatan Nasional ?
3.      Bagaimana Perhitungan Pendapatan Nasional ?
4.      Apa Saja Komponen Pendapatan Nasional ?

C.     TUJUAN

1.      Mengetahui Pengertian Pendapatan Nasional
2.      Mengetahui Konsep Pendapatan Nasional
3.      Mengerti Perhitungan Pendapatan Nasional
4.      Menjelaskan Komponen Pendapatan Nasional
 


PENDAPATAN NASIONAL

A.    Pengertian Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

B.     Sejarah
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu Negara

C.    Konsep Pendapatan Nasional
Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional :
  • Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

  • Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

GNP = GDP – Produk nasional terhadap luar negeri

  • NNP (Net National Product)

    Net National Product (NNP) atau Produk Nasional Bersih adalah seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun, setelah dikurangi penyusutan dan barang pengganti modal.
NNP = GNP – (penyusutan + barang pengganti modal)
  • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

NNI = NNP – Pajak tidak langsung

  • Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

PI = (NNI + TP) – (IJS + IA + LD +PP)

KET : TP = Transfer Payment
IJS = Iurang Jaminan Sosial
IA = Iurang Asuransi
LD = Laba ditahan
PP = Pajak Perseorangan
  • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

DI = PI – Pajak Langsung

D.    Perhitungan Pendapatan Nasional
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu :
  • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
  • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
  • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor ( )
Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :

g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%

KET : g        = tingkat pertumbuhan ekonomi
PDBs = PDB riil tahun sekarang
PDBk = PDB riil tahun kemarin

Contoh soal 1 :
PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
jawab :
g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
Contoh Soal 2 :
Salah satu Negara yang menggunakan cara penggolongan data Pendapatan Nasional seperti cara yang dijelaskan diatas adalah Amerika Serikat. Pendapatan Nasional dari Negara itu pada tahun 1989 1.1. Data yang diberikan menunjukkan bahwa Pendapatan Nasional Amerika Serikat pada tahun 1989 adalah US$4.265,0 milyar. Nilai ini adalah lebih rendah dari Produk Domestik Bruto disebabkan karena depresiasi dan pajak tidak langsung sudah tidak termasuk lagi dalam nilai tersebut.
Komponen yang terutama dari Pendapatan Nasional adalah “Ganjaran untuk Pekerja”, yaitu upah, gaji, bonus, dan pendapatan pekerja yang lain yang nilainya adalah sebanyak US$3.145,4 milyar dan meliputi hamper 74% dari Pendapatan Nasional. Keuntungan perusahaan perseorangan hanya meliputi bagian yang kecil saja dari Pendapatan Nasional nilainya berjumlah US$ 298,2 milyar dan meliputi 7.0 persen dari Pendapatan Nasional. Bunga neto berjumlah US$ 461.1 milyar dan meliputi 10.9 persen dari Pendapatan Nasional.

Jawab :
Pendapatan Nasional Amerika Serikat, 1989
(milyar dolar Amerika)
      Jenis Pendapatan                                 Nilai (US$ biliun)                    Persentasi
1.      Ganjaran untuk pekerja                               3.145,4                                 73,8
2.      Pendapatan usaha perseorangan                    352.2                                   8,3
3.      Pendapatan dari sewa                                        8,0                                   0,0
4.      Keuntungan perusahaan perseorangan            298,2                                  7,0
5.      Bunga bersih                                                   462,1                                10,9
Pendapatan Nasional                                   4.265,0                              100,0

E.     Tujuan Pendapatan Nasional
1.      Mengetahui kemampuan dan pemerataan perekonomian masyarakat dan negara
2.      Memperoleh taksiran yang akurat tentang nilai barang dan jasa dalam satu tahun
3.      Membantu pemerintah dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan
4.      Mengkaji dan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian negara

F.     Manfaat Pendapatan Nasional
Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.

Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah

G.    Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional
  • Permintaan dan Penawaran Agregat
Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
  • Konsumsi dan Tabungan
Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya.

Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
  • Investasi
Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

·         Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi (C) :
Faktor intern
1.      Komposisi rumah tangga
2.      MPC (marginal propensity to consume)
3.      Selera (taste)
4.      Kebiasaan keluarga
5.      Besarnya pendapatan

Faktor ekstern
1.      Lingkungan tempat tinggal
2.      Kebijakan pemerintah
3.      Harga-harga barang
4.      Budaya masyarakat
5.      Kemajuan IPTEK
6.      Pajak        

·         Faktor-faktor yang mempengaruhi tabungan (S) dan investasi (I) :
Faktor Intern
1.      Pendapatan yang diterima
2.      MPS (marginal propensity to saving)
3.      Tingkat suku bunga

Faktor ekstern
1.      Tingkat suku bunga
2.      Permintaan efektif (yg didukung daya beli)
3.      MEC (marginal efficiency of capital) kemampuan modal untuk menghasilakn 

H.    Distribusi Pendapatan Nasional
Perbedaan pendapatan timbul karena :
Adanya perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan faktor produksi .
Pihak yang memiliki faktor produksi yang lebih banyak akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak pula.

I.       Alat Ukur Distribusi Pendapatan :
Gini Ratio (koefisien Gini) biasanya ditunjukkan dengan kurva LORENZ yang menunjukkan hubungan kuantitatif antara prosentase penerimaan pendapatan penduduk dengan persentase pendapatan yang benar-benar diperoleh selama satu tahun

J.      Yang Mempengaruhi Besarnya Pendapatan Nasional (Y)
·         Sumber daya produksi
·         Penggunaan tehnologi
·         Permodalan
·         Stabilitas nasional
·         Kebijakan pemerintah (fiscal policy & monetary policy)

K.    Komponen Pendapatan Nasional
Untuk lebih jelasnya, di bawah ini diuraikan komponen pendapatan nasional yang ditinjau dari tiga sisi tersebut, yaitu :
1.   Pendekatan/Metode Produksi (Produk Domestik Bruto/PDB)
Berdasarkan metode ini pendapatan nasional adalah barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu. Dengan metode ini, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan setiap nilai tambah (value added) proses produksi di dalam masyarakat (warga negara asing dan penduduk)  dari berbagai lapangan usaha suatu negara dalam kurun waktu satu periode (biasanya satu tahun). Di dalam suatu perekonomian, di negara-negara maju atau di negara-negara berkembang, barang dan jasa diproduksikan bukan saja oleh perusahaan milik penduduk negara tersebut, melainkan oleh penduduk negara lain. Selalu didapati produk nasional diciptakan oleh faktor-faktor produksi yang berasal dari luar negeri. Perusahaan multinasional beroperasi di berbagai negara dan membantu menaikan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh negara-negara tersebut. Perusahaan multinasional tersebut menyediakan modal, teknologi, dan tenaga ahli kepada negara tempat perusahaan itu beroperasi. Dengan demikian, Produk Domestik Bruto atau Gross Domestic Product (GDP) adalah nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diprodusikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebutdan asing. Komponen-komponen pendapatan nasional yang termasuk dalam penghitungan dengan metode produksi, di antaranya, adalah sebagai berikut :
a. Pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan
b. Pertambangan dan Penggalian
c. Industri Pengolahan
d. Listrik, gas, dan air minum
e. Bangunan
f. Perdagangan, hotel, dan restoran
g. Pengangkutan dan Komunkasi
h. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya
i.  Sewa Rumah
j.  Pemerintahan dan Pertahanan
k. Jasa-Jasa

 Hasil produksi dari setiap lapangan usaha tersebut dijumlahkan dalam satu tahun lalu dikalikan harga satuan masing-masing. Maka rumusnya adalah:

Y=(Q1.P1)+(Q2.Q2)+…(Qn.Pn)

KET : Y = Pendapatan Nasional (Produk Domestik Bruto)
Q = Jumlah Barang
 P = Harga Barang


2.   Pendekatan/Metode Pengeluaran (Produk Nasional Bruto/PNB)

Pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran dapat diartikan sebagai jumlah pengeluaran secara nasional untuk membeli barang dan jasa dalam  satu periode, biasanya satu tahun.  Berdasarkan metode pengeluaran, pendapatan nasional adalah penjumlahan seluruh pengeluaran yang dilakukan seluruh pelaku ekonomi (rumah tangga, perusahaan, pemerintah, masyarakat luar negeri) di dalam suatu negara selama periode tertentu (satu tahun). Hasil penghitungannya disebut Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP).
Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP) adalah konsep yang mempunyai arti yang bersamaan dengan GDP, tetapi memperkirakan jenis-jenis pendapatan yang sedikit berbeda. Dalam menghitung PNB, nilai barang dan jasa yang dihitung dalam pendapatan nasional hanyalah barang dan jasa yang diproduksikan  oleh faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh warga negara dari negara yang pendapatan nasionalnya dihitung. Karena faktor-faktor produksi yang dimiliki warga negara suatu negara terdapat di negara itu sendiri atau luar negeri, nilai produksi yang diwujudkan oleh faktor-faktor yang digunakan di luar negeri juga dihitung di dalam PNB. Sebaliknya, dalam PNB tidak dihitung produksi yang diwujudkan oleh faktor-faktor produksi milik penduduk atau perusahaan  negara lain yang digunakan di negara tersebut. 

Komponen-komponen yang termasuk pendapatan nasional menurut metode pengeluaran adalah sebagai berikut :
1. Rumah tangga dengan jenis pengeluaran Konsumsi (Consumption/ C )
2. Perusahaan dengan jenis pengeluaran Investasi ( Investment/ I)
3. Pemerintah dengan jenis pengeluaran, Pengeluaran Pemerintah 
    (Government Expenditure/ G)
4. Masyarakat luar negeri dengan jenis pengeluaran Ekspor – Impor 
   (Export – Import/ X-M)

Dengan Y sebagai Produk Nasional Bruto, maka maka didapat rumus sebagai berikut

Y = C + I + G + (X – M)

*) Jika PNB (GNP) tersebut dibagi jumlah penduduk, akan menghasilkan pendapatan per kapita.   

3.   Pendekatan/Metode Pendapatan (Pendapatan Nasional/PN)

Pendapatan nasional menurut pendekatan ini adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor-faktor produksi (rumah tangga) yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam satu tahun tertentu.

Lebih jelasnya dapat dilihat komponen-komponen pendapatan nasional menurut metode pendapatan yaitu berikut :
1. Alam dengan sewa (rent/ r ) sebagai balas jasa
2. Tenaga kerja dengan upah/gaji (wage/ w ) sebagai balas jasa
3. Modal dengan bunga (Interest/ i ) sebagai balas jasa
4. Skill Kewirausahaan  (Entrepreneurship) dengan laba (profit/ p )

Dalam rumus dapat akan tampak sebagai berikut:

Y = r + w + i + p

*) Hasil penghitungan pendapatan nasional (Y) dengan metode ini disebut Pendapatan Nasional (PN) atau National Income (NI).

L.     Masalah dan Keterbatasan Perhitungan PDB

Semua negara di dunia menghitung PDB untuk kinerja perekonomiannya. Walaupun begitu , data PDB perlu dilihat secara hati-hati karena ada beberapa hal yang tidak dapat diakomodasikan sehingga tidak dapat menjadi satu-satunya indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan suatu Negara.

·         Masalah PDB
Permasalahan PDB terletak pada pembandingan tingkat kemakmuran atau kesejahteraan suatu negara dari tahun ke tahun , akan terjadi bias jika kita salah menggunakan perhitungan PDB.
·         Keterbatasan Perhitungan PDB
PDB tidak memasukan memasukan transaksi yang terjadi pada “underground economy” (perekonomian bawah tanah). Perekonomian seperti sektor informal atau sektor illegal seperti penjualan narkoba , dan sektor lain yang sulit tercatat oleh negara tidak masuk dalam perhitungan PDB . Ini menyebabkan nilai PDB cenderung dapat undervalued (lebih rendah) dari yang seharusnya.
·         PDB tidak selalu mencerminkan ukuran kesejahteraan sosial suatu negara
PDB hanya mngukur berapa banyak output yang diproduksi di suatu negara dan bagaimana sturktur serta perkembangannya antarwaktu . Untuk mengukur kemakmuran suatu negara , PDB merupakan indikator yang cukup baik . Akan tetapi , kesejahteraan suatu negara lebih kompleks dari hanya sekedar pendapatan yang tinggi Beberapa indikator untuk menunjukan tingkat kesejahteraan adalah tingkat pengangguran , tingkat kematian ibu dan bayi , angka harapan hidup , tingkat buta huruf , dan lain-lain perlu diperhatikan juga.
·         PDB tidak mencerminkan pemerataan pendapatan. Nilai PDB suatu negara tidak dapat menunjukan apakah pendapatan nasional tersebut terbagi secara merata diantara penduduknya atau tidak . Bebarapa negara mengalami ketimpangan ekonomi yang besar dengan sebagian kecil penduduk menikmati sebagian besar PDB . Beberapa indikator lain perlu digunakan untuk melengkapi data PDB yang menunjukan ketimpangan yang terjadi, salah satunya adalah Koefisien Gini.

M.   Pendapatan Nasional Menurut Harga yang Berlaku
Adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun tertentu dinilai menurut harga yang berlaku pada tahun tersebut.
Nilai barang dan jasa yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, disebabkan oleh :
1.      Pertambahan fisik dari barang dan jasa yang dihasilkan
2.      Adanya kenaikan harga dari period eke periode

N.    Pendapatan Nasional Menurut Harga Tetap
Adalah barang dan jasa yang dihasilkan dihitung berdasarkan harga yang berlaku pada tahun tertentu (sebelumnya) dan seterusnya digunakan untuk menilai barang dan jasa pada tahun yang lain dengan menggunakan Indek Harga dan kalau di Indonesia Indek Harga Konsumen (IHK).
Misalnya untuk menghitung PN tahun 1998, maka sebagai patokan (PH) diambil harga pada tahun 1995.
Contoh perhitungan :
GDP tahun 1995 = Rp. 150 trilun
GDP tahun 1998 = Rp. 175 trilyun
IHK tahun 1995 = 120
IHK tahun 1998 = 130
Berapa kenaikan tingkat pertumbuhan ekonomi/PN tahun 1998 ?
Jawab :
PN riil tahun 1998 =
Untuk mengetahui % kenaikan :

O.    Pendapatan Nasional Menurut Harga Pasar
Suatu barang dinilai menurut harga pasar, apabila perhitungannya didasarkan pada harga yang dibayar konsumen / pembeli pada saat itu. Kalau harga sepasang sepatu Rp. 50.000,- maka sumbangan produksi sepatu pada negara tersebut adalah Rp. 50.000,- per pasang.

P.     Pendapatan Nasional Menurut Harga Faktor
Suatu barang / jasa dinilai menurut harga factor, tergantung dari jumlah pendapatan factor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang tersebut.
Harga factor terdiri dari harga factor produksi alam, tenaga kerja, modal dan keahlian usahawan.
Pendapatan Nasional Netto = PNB – depresiasi

Q.    Urut-urutan Perhitungan Pendapatan Nasional sampai dengan Pendapatan Disposebel
1.      Pengeluaran Konsumsi ( C )
2.      Pengeluaran Invetasi ( I )
3.      Pengeluaran Pemerintah ( G )
4.      Ekspor Barang dan Jasa ( X )
5.      Dikurang ( - ) Impor Barang dan Jasa ( M )
6.      Gross Domestic Product ( GDP )
7.      Dikurang ( - ) Pendapatan  / I Orang Asing
8.      Gross National Product ( GNP )
9.      Dikurang ( - ) Depresiasi / Penyusutan
10.  Net Nattionla Product ( NNP )
11.  Dikurang ( - ) Pajak Tak Langsung
12.  Pendapatan Nasional ( kecil ) ( PN )
13.  Dikurang ( - ) Iuran
14.  Pendapatan Pribadi ( PI )
15.  Dikurang ( - ) Pajak Langsung
16.  Pendapatan Disposebel ( DI )

Contoh Soal 3 :
Jika data diketahui sebagai berikut ( ribuan rupiah ) : pendapatan factor produksi dari sewa 3.000 ; upah 5.000 ; bunga 4.000 ; keuntungan perorangan 3.000 ; pajak tidak langsung 15% dari pendapatan faktor produksi ; penyusutan sebesar 20% dari investasi ; transfer payment sebesar 1.500 ; subsidi mencapai 3.000 ; pengeluaran konsumsi dan investasi masing-masing 5.000 ; ekspor dan impor masing-masing 2.500 dan 1.500, diminta : Susunlah Prakiraan Pendapatan dan Produk Nasional ( P 3 N )

Jawab :
P 3 N
Pendapatan Faktor Produksi :                                  Pengeluaran :
Sewa                        3000                                            Konsumsi                 5000
Upah                                                                            5000 Investasi                      5000
Bunga                       4000                                            Expor netto              1000
Laba                                                                             3000 Peng. Pemerintah        5750
PN menurut harga                         15000
Ditambah
Pajak TL                   2250
Transfer Perusahaan 1500
Depresiasi                 1000
                                              4750
19750
Dikurang
Subsidi                                (3000)
PN menurut harga pasar               16750                    Produksi Nasional            16750


R.    Maksud dan Tujuan Perhitungan Pendapatan Naional
1.      Untuk mengukur tingkat kemakmuran
2.      Meneliti struktur perekonomian
3.      Mengetahui tingkat pertumbuhan perekonomian
4.      Untuk membandingkan perekonomian antar daerah / sektor / propinsi dan antar negara
5.      Merumuskan kebijaksanaan pemerintah


DAFTAR PUSTAKA

www.alfifannitamrini.blogspot.com

1 komentar: